TAKE EVERY MOMENT

Sabtu, 10 Juli 2010

Thing's getting better

Okay. I don't know how to start. Just write and write and write and write and write and write again and again and again and again and again. :D


Ini tentang sebuah kisah. Sebuah kisah tentang seseorang dan seseorang.
Seseorang itu adalah dia dan seseorang yang lain adalah aku.
Aku dan dia. Dia dan aku. Ah itu sama saja..


Yak. Dulu aku dan dia pernah menjalin sebuah kisah klasik, kisah cinta klasik lebih tepatnya. Tanggal 15 Agustus 2008 aku dan dia mengikat janji setia tapi aku dan dia pun tahu bahwa memang pasti ada saatnya untuk aku dan dia berpisah. Entah perpisahan itu akan datang secepat badai katrina berhembus, atau selambat pak becak mengayuh kendaraannya atau lebih lambat lagi seperti jalannya kura-kura.


Daaannn,,, taaaraaammm... ( ceria banget kayaknya :D )
Hatiku hancur seketika. Aku tak tahu harus bagaimana. Hanya terbesit di pikiranku bahwa tanggal 21 Mei ( 2009 ) akan menjadi hari yang paling aku BENCI di dalam hidupku.
Yah, sudah bisa Anda tebak. My heart was broken.


Hey hey you you, it's just a memory. You must back like you never broke, baby..
Okay, back to the reality.


Oh, sebenarnya aku ingin menangis. Namun aku mau menangisi apa ? Menangisi dia yang sudah bukan milikku lagi ? Hmm,, it's just in vain now.


Hubungan aku dan dia setelah "putus" memang sempat membaik. Aku dan dia sempat jalan bareng, bahkan aku dan dia sempat nonton bareng juga sehari sebelum dia pergi ke Jogja untuk kuliah disana. Aku digonceng dengan motor matic barunya lho.. hahaha. Dan Anda tahu ?? Aku lah cewek pertama yang digonceng dia naik motor matic barunya itu. Yah, selain mamanya. :D
How lucky i am ! ;)


Lalu, aku dan dia berpisah. Komunikasi terputus, entah karena waktu yang memaksa aku dan dia untuk sibuk dengan urusan masing-masing atau karena satelit Palapa sedang mengalami pergolakan hebat. Selama berbulan-bulan aku dan dia tidak ada kabar.


Sampai pada tanggal 20-21 Januari 2010.
Aku dan dia beserta teman-teman kami yang tergabung dalam komunitas USO ( United Science One ) pergi berlibur ke Malang, Jawa Timur. Kami mengunjungi beberapa tempat wisata disana, seperti Jatim Park 1 dan BNS ( Batu Night Spectacular ).

Jujur, aku merasa tidak nyaman disana. Mengapa ?

Okay i'm honest. It's all because of him. He's there and i don't know how to not care !
Entah mengapa disana aku dan dia menjadi canggung, dan tanpa tegur sapa, tanya jawab. dan...
Ya begitulah. Mungkin aku dan dia yang terlalu keras ( atau terlalu gengsi ? ) untuk menegur terlebih dahulu. Ego aku dan dia masih terlalu besar. Dan alhasil, sampai acaranya berakhir, aku dan dia tetap seperti itu. Tanpa tegur sapa dan tanya jawab. Diam tanpa kata.


Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan. Na na na na na na na na na na na na na naaa...

"Hidupmu indah bila kau tahu jalan mana yang benar. Harapan ada harapan ada bila kau percaya."


Pada suatu hari di bulan Juni ( mungkin akhir bulan itu ) aku berstatus online di Yahoo Messenger. Dan, BOOM ! Aku melihat dia juga berstatus yang sama !

Oh Gosh ! Aku seketika menjadi bingung. Disana ada dua temanku yang lain yang ku rasa juga sama-sama merasakan kebingunganku. Yah, aku bingung. Sangat bingung. Mungkin sangat amat bingung. Namun Anda jangan ikut-ikutan bingung sama seperti saya pada waktu itu. Feels enjoy to read this !


Kembali ke bingung. Yah, aku bingung. Aku bingung karena dia.
"Ingin menyapamu tapi aku malu". Sepenggal lirik itu yang bisa mewakili perasaan ku pada saat itu. Sebenarnya nggak juga yaa..
Aku itu bukannya malu, namun tidak tahu harus bagaimana. Dan aku dihadapkan pada dua pilihan yang menurutku sulitnya bikin pusing, yaitu menyapanya atau tidak.

Lalu aku bertanya pada dua temanku itu.
Yang satu menyarankan untuk aku menyapa dia. Alasannya karena temanku itu ingin tahu bagaimana reaksinya dia. Apakah dia akan membalas ku atau tidak.
Dan aku bertanya pada temanku yang satunya. Dan dia menyarankan lebih baik untuk aku tidak menyapa dia. Karena temanku ini tahu bahwa jika dia tidak membalasku, maka aku akan merasa "mangkel-mangkel dewe", "nggondok", dan bla bla bla..


Tuuhhh kaaaannnn....
Pada akhirnya, AKU MENYAPANYA ! Oh Tuhan...
Dan dia membalasnya. Okay, dia membalasku. OH MY GOD ! DIA MEMBALAS KU !!!
Lama-lama aku bisa gila.


Berawal dari kata-kata "hai" dan berakhir dengan kata-kata "selamat malam". Hari itu sungguh indah bagiku.


Lalalalalalalalalalalalalaaaaaaaaaaaaaaaaa..
Dan, aku dan dia tidak berkomunikasi lagi.


Sampai pada tanggal 9 Juli 2010.
Aku dan teman-teman USO dipertemukan dalam suatu rapat di masjid libels untuk membicarakan tentang liburan ke Taman Nasional Baluran.
Bisa ditebak, aku dan dia dipertemukan kembali.


Sampai larut maghrib, rapat kami baru mencapai kata "selesai". Namun itu belum benar-benar selesai, karena masih ada rapat-rapat selanjutnya di minggu-minggu yang akan datang.
Krucukkrucukkrucuk. Perut kami lapar.
Aku, dia, dan keempat temanku ( nita, hanum, linda, tuba ) makan di suatu depot di mall favorit BLOOM. Bloom terdiri atas baby, nita, linda, hanum, dan asa. :)


Aku ginjal-ginjal digonceng nita yang agak terus-menerus mengingatkanku untuk menyapa dia. Sampai pada akhirnya kami sampai di parkiran motor tidak jauh dari mall tersebut. Motornya nita berbelakang depanan dengan motornya dia.

Dan tak ku sangka dia menyapa aku. Meski dengan pukulan yang tak ( hampir ) kena di lengan.
"Seluruh kota merupakan tempat bermain yang asyik. Oh senangnya, aku senang sekalii."


Di lobi.
Aku mengajaknya ngobrol meskipun hanya sepatah dua patah kata.

Aku : "Ini enaknya langsung makan atau gimana ?"
Dia : "Terserah. Aku sih ngikut aja. Pokoknya aku makannya banyak."

Hahahahahahahaha. Gundah gulana resah gelisah seakan telah terbuang jauh-jauh dari diriku.

THING'S GETTING BETTER !

Perjalanan kami berakhir di foodcourt untuk mengenyangkan perut. Oh iya, dia sempat bertanya lho..

Dia : "Baby, ga makan ?"
Aku : "Nggak, aku minum aja"

"Dan tersenyumlah sayang. Lepas semua pedih di hati."


Jam telah menunjukkan pukul,, aku tidak tahu pukul berapa tepatnya. Yang jelas hari sudah larut malam. Teman-temanku termasuk dia berpamitan untuk pulang.
Aku mengucapkan selamat tinggal untuk nita, hanum, dan linda dengan berperlukaaaannnn...
Dan aku bersalaman dengan tuba. Dan Dia. Aku bersalaman dengan dia.
And, I think he looks a little bit fat. Hehe



Hey, siapa yang setuju dengan aku ? :)